Text
Penciptaan film fiksi kelam menggunakan pendekatan gaya realis : lap.karya PASCA
Penciptaan film fiksi berjudul Kelam yang mengangkat isu stereotip sosial terhadap laki-laki feminin di masyarakat Aceh. Latar belakang penciptaan karya ini berangkat dari pengamatan terhadap tekanan sosial yang dialami individu yang tidak sesuai dengan norma maskulinitas dominan dalam budaya Islam konservatif. Tujuan utama dari penciptaan ini adalah memvisualisasikan realitas sosial tersebut melalui pendekatan gaya realis dalam penyutradaraan, agar pesan sosial tersampaikan secara autentik dan menyentuh. Penciptaan ini berlandaskan teori realisme dalam sinema yang dikemukakan oleh André Bazin, yang menekankan pada pentingnya representasi realitas sebagaimana adanya melalui teknik long take, deep focus, penggunaan aktor lokal, serta minimnya manipulasi dalam editing. Metode penciptaan karya mengikuti empat tahap utama pengembangan (development), pra-produksi (pre-production), produksi (production), dan pascaproduksi (post-production), dengan observasi lapangan dan wawancara sebagai dasar konseptual dan visual. Hasil dari penciptaan ini adalah sebuah film pendek berdurasi ±20 menit yang menyajikan narasi seorang pria feminin bernama Rasyid yang menghadapi diskriminasi sosial ketika harus menggantikan posisi ayahnya sebagai guru mengaji. Film ini menampilkan pendekatan visual yang natural, sinematografi statis, dan penyutradaraan yang menekankan pada keseharian serta emosi yang subtil. Kelam diharapkan dapat menjadi medium reflektif dalam membangun empati dan kesadaran terhadap keragaman ekspresi gender dalam masyarakat. Kata Kunci: film fiksi gaya realis, stereotip sosial di Aceh, penyutradaraan
Tidak tersedia versi lain