Text
Bimbang parampuan: Dilematika identitas sosial perempuan minang dalam komposisi musik nusantara : lap. karya PASCA
Bimbang Parampuan merupakan karya komposisi musik nusantara yang terinspirasi dari fenomena dilematika identitas sosial yang dialami oleh perempuan Minangkabau dalam dinamika kehidupan modern. Perempuan Minang yang secara adat memiliki posisi strategis sebagai Bundo Kanduang dalam sistem matrilineal, kini menghadapi perubahan peran dan nilai akibat pengaruh globalisasi, pendidikan, serta tuntutan ekonomi. Pergeseran ini memunculkan dilema antara mempertahankan identitas budaya dengan kebutuhan beradaptasi terhadap realitas baru. Melalui pendekatan interpretasi dan world music, karya ini dikembangkan menjadi tiga bagian komposisi: (1) Alu Tataruang Patah Tigo yang merepresentasikan tekanan adat dan kepatuhan perempuan Minang, (2) Baraliah yang menggambarkan proses eksplorasi dan transisi identitas, serta (3) Ambiguitas yang menunjukkan kondisi perempuan yang telah melebur dengan budaya luar. Idiom musik tradisional Minangkabau seperti dendang Ratok Palembayan dan talempong limo digunakan sebagai medium utama dalam penggarapan musikal. Metode penciptaan dilakukan melalui riset lapangan, observasi, wawancara dengan tokoh adat dan perempuan Minang, serta kajian literatur. Karya ini diharapkan menjadi refleksi estetis atas krisis identitas perempuan Minang serta memberikan kontribusi dalam pengembangan penciptaan seni berbasis budaya lokal yang bersifat kritis dan kontekstual. Kata Kunci: Bimbang Parampuan, perempuan Minangkabau, dilematika identitas, world music, interpretasi.
Tidak tersedia versi lain