Text
Perancangan city branding Kota Batam dalam upaya membangun identitas sebagai creative industrial city : lap.karya pasca
City Branding adalah upaya yang dilakukan secara terus-menerus oleh kota untuk membangun citra yang baik dan positioning yang kuat sehingga kota tersebut dapat dikenal secara lebih dekat oleh khalayak sasaran. City branding juga sebagai alat komunikasi yang sangat jelas antara kota, masyarakat dan pemerintahannya. Seperti apakah kota tersebut, apa saja yang dimilikinya, mengapa kota tersebut harus mendapatkan perhatian, sehingga potensi-potensi yang dapat digali dapat diperkenalkan kepada seluruh masyarakat, hingga bahkan penduduk kota juga dapat manfaat terhadap prosesnya. Batam merupakan kota dalam wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Kota Batam memiliki wilayah daratan sebesar 715 km2, dengan memiliki kontur bukit dan lembah. Pada Tahun 1970 Kota Batam memulai program perkembangan dan memajukan daerah dengan dukungan dan kebijakan pemerintah sehingga bertransformasi menjadi sebuah daerah industri. Semenjak program tersebut investor mulai berdatangan dan menggerakkan perekonomian Batam. Hingga pada saat ini Kota Batam sudah mampu mengeksistensikan diri dalam bidang Industri Kreatif sebagai wadah perekonomian. Strategi kreatif dalam perancangan ini menempatkan strategi visual supaya menjadi suatu konsep yang dikomunikasikan kepada masyarakat. Konsep yang dipakai adalah Industri Kreatif dengan gaya desain digital yang berkarakteristik visual lokal yang berunsur Melayu. Metode penciptaan yang digunakan adalah Design Thinking yang dipopulerkan oleh David Kelley dan Tim Brown. Metode ini digunakan sebagai acuan dalam Practical Based Design Research yang berpusat pada kebutuhan manusia - human centered”, dikenal juga dengan “Metode Design Thinking Brown”. Kemudian Design Thinking juga mengalami pengembangan yang salah satunya dapat dikenal sebagai pendekatan model five steps design thinking oleh Stanford school”. Stanford d. school adalah salah satu lembaga akademi yang fokus pada pengajaran Design Thinking dengan penjabaran Lima tahap (emphatize, define, ideate, prototype, and test). Metode ini sangat andal dalam mengkaji mengenai kebutuhan khalayak sasaran hingga dihasilkan sebuah bentuk media city branding yang kuat dengan citra kota yang dibutuhkan oleh masyarakat, yaitu penguatan logo dengan unsur visual yang memiliki budaya kearifan lokal. Kemudian dipublikasikan melalui event Pameran Karya “Perancangan City Branding Kota Batam Dalam Upaya Membangun Identitas Sebagai Creative Industrial City”. Kata kunci: City Branding, Kota Batam, Identitas, Creative Industrial.
Tidak tersedia versi lain