Text
Visualisasi tradisi upacara mulo cucu ayae sebagai karya batik dua dimensi : lap.karya
Upacara mulo cucu ayae merupakan salah satu tradisi masyarakat kerinci khususnya di Dusun Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, tradisi upacara mulo cucu ayae merupakan acara peresmian pernikahan anak perempuan pertama, tujuannya adalah kedua mempelai meminta doa restu kepada tokoh adat serta meminta doa keberakatan dan keselamatan hidup kepada tuhan melalui adat agar mempelai dipermudahkan rezekinya dan diberi keturunan. Landasan teori yang digunakan yaitu teori bentuk, teori fungsi, teori warna dan teori estetis. Teori bentuk yaitu special form karena adanya hubungan timbal balik antara nilai-nilai simbolik dan bentuk visual karya. Tahapan dalam tradisi upacara mulo cucu ayae seperti tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penutup. Teori fungsi yaitu sebagai pajangan dinding. Teori warna adalah warna yang dipakai dalam pembuatan karya sekaligus makna warna. Teori estetis yaitu untuk menilai keindahan visual dalam penyajian karya. Metode penciptaan melalui tahap eksplorasi, observasi langsung, studi pustaka, mengumpulkan dokumentasi foto dan video yang berkaitan dengan tradisi upacara mulo cucu ayae. Setelah tahap eksplorasi yaitu tahap perancangan gambaran awal yaitu gambar acuan dan desain alternatif untuk membuat gambar melalui sketsa dan dilanjutkan dengan desain alternatif dan desain terpilih. Proses perwujudan karya melalui teknik batik tulis, mencanting, mencoled, nembok dan melorod. Bentuk dari karya ini berupa hiasan dinding dua dimensi sebanyak tujuh karya dengan ukuran 90 cm x 65 cm. Masing–masing karya menggambarkan tahapan dalam tradisi upacara mulo cucu ayae, mulai dari persiapan hingga penutup dan diberi judul: “Jadi Ucang”, “Malemoa”, “Bacukam Bageneok”, “Jamuan”, “Mengajun dan Mengarah”, “Sumpah Sembah”, “Baduea”. Kata Kunci: Mulo Cucu Ayae, Kerinci, batik tulis, dua dimensi.
Tidak tersedia versi lain