Text
Jamur kayu sebagai inspirasi gaun pengantin : lap.karya
Karya ini berjudul “Jamur Kayu sebagai Inspirasi Gaun Pengantin” terispirasi dari jamur kayu yang diwujudkan dalam bentuk gaun pengantin. Gaun pengantin menggunakan potongan mermaid gown, slim gown, dan ball gown dirancang dengan bentuk mewah dan elegan. Jamur kayu divisualisasikan pada gaun pengantin dengan mewujudkan bentuk gelombang dan warna gradasi. Pengkarya menggunakan songket bunga tabur melayu riau karena ingin mengangkat kain wastra dari riau yang dikombinasikan kedalam busana. Pemilihan warna terispirasi langsung dari jamur kayu yaitu brown, coffe, cedar, khaki, beige. Bahan yang digunakan untuk membuat karya ini kain satin bridal, kain brokat, kain squins seribu payet, organza, dan kain tenun songket bunga tabur melayu Riau sebagai kain kombinasi. Metode penciptaan dimulai dengan persiapan yaitu mencari literatur atau referensi yang berkaitan dengan ide penciptaan, melakukan survei lapangan untuk menemukan sumber ide, dan membuat rumusan ide penciptaan perwujudan karya yang akan dibuat. Karya ini menggunakan trend forecasting 2024/2025 tema ergo tech yang menerapkan desain dengan menggunakan bahan- bahan temuan baru yaitu menggunakan bahan licin dan glossy. Teknik yang digunakan dalam karya ini adalah flounce dan aplikasi payet dengan pendekatan adi busana. Hasil karya yang diwujudkan terdiri dari 3 jenis tingkatan busana: ready to wear dengan judul karya (gills of the deep), ready to wear deluxe (laminated lace), dan haute couture (the fungal feil). Kata kunci: Jamur kayu, flounce, gaun pengantin
Tidak tersedia versi lain