Text
Penciptaan karya film “sunyi” melalui suara untuk rekonstruksi trauma : lap. karya PASCA
Film ciksi Sunyi merupakan karya sinematik yang merekonstruksi trauma psikologis masyarakat Aceh akibat konclik bersenjata antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pemerintah Indonesia selama periode Daerah Operasi Militer (DOM) tahun 1989–1998. Berdasarkan pengalaman personal pengkarya yang tumbuh dalam bayang-bayang kekerasan, karya ini menggunakan suara sebagai medium utama dalam menggambarkan trauma yang mendalam dan berlarut. Pendekatan desain suara dalam cilm “Sunyi” baik diegetic maupun non-diegetic sound, digunakan untuk membangun atmosfer ketegangan dan kecemasan, seperti yang dialami sebuah keluarga yang memilih diam demi bertahan hidup. Suara langkah kaki tentara, tembakan, dan ketukan pintu di malam hari dibuat sebagai tanda semiotik yang memicu kembali ingatan dan respon emosional terhadap pengalaman traumatis. Metode produksi mencakup riset historis dan empatik terhadap penyintas konclik, penulisan skenario berbasis memori kolektif, serta perancangan teknis suara dengan sistem speakers 5.1 untuk menghasilkan pengalaman sinematik yang mendalam. Hasil karya menunjukkan bahwa suara memiliki potensi kuat dalam mengaktickan kembali trauma dan menyampaikan makna batin secara emosional. Beberapa scene utama dalam cilm ini antara lain: Scene 1, Scene 4, dan Scene 8, yang masing-masing menekankan penggunaan elemen suara sebagai pemicu resonansi trauma psikologis. Dengan demikian, “Sunyi” menjadi karya reclektif yang memperlihatkan bagaimana suara dapat merekam, membentuk, dan menghidupkan kembali trauma psikologis secara sinematik. Kata Kunci: Penciptaan cilm, trauma psikologis, konclik Aceh, tanda suara, desain suara, diegetic sound, non-diegetic sound, rekonstruksi trauma
Tidak tersedia versi lain