Text
Tari pariasan panjang sebagai representasi totem di nagari Batu Bajanjang dalam kajian struktur dan gaya : tesis
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tari Pariasan Panjang sebagai representasi totem melalui kajian struktur dan gaya tari. Tari ini berasal dari Nagari Batu Bajanjang, Kabupaten Solok, yang terinspirasi dari peristiwa perkelahian antara kerbau besar dan harimau. Peristiwa tersebut menjadi dasar penciptaan tari yang merepresentasikan kekuatan dan perlindungan melalui simbolisme hewan totem. Struktur tari terdiri atas tiga bagian utama, yaitu sambah pambuka, pencak silek, dan sambah penutup, yang masing-masing menyimpan simbol dan makna totemik yang berkaitan dengan identitas dan sistem kepercayaan masyarakat. Dari segi gaya, Tari Pariasan Panjang memiliki kekhasan pada gerakan Galetek, yaitu hentakan bahu dan leher yang menyerupai gerakan kerbau saat melawan, dan menjadi ciri khas utama tari ini. Secara keseluruhan, gaya tari ini dapat digolongkan sebagai gaya sasaran, karena diturunkan dari gerak pencak silek yang bersifat tegas, fokus, dan mengarah pada titik-titik serangan atau pembelaan tubuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dan gaya tari Pariasan Panjang menjadi media representasi totem yang memuat nilai kekuatan, kebijaksanaan, keberanian, dan kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat Batu Bajanjang. Kata Kunci: Tari Pariasan Panjang, Totem, Struktur dan Gaya Tari, Nagari Batu Bajanjang.
Tidak tersedia versi lain