Text
“Tutur ndilo”Liminalitas dalam masyarakat karo: Transformasi spiritual dan ekologis dalam ritual ndilo wari udan : lap.karya pasca
Tutur Ndilo merupakan sebuah karya tari kontemporer yang mengangkat nilai-nilai spiritual dan ekologis dari ritual Ndilo Wari Udan, sebuah upacara adat masyarakat Karo yang dilakukan sebagai permohonan hujan saat terjadi kekeringan panjang. Karya ini bertujuan untuk mentransformasikan makna dan struktur simbolik dari ritual tersebut ke dalam bentuk ekspresi artistik yang mampu merefleksikan hubungan kosmologis antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual dalam konteks krisis ekologi modern. Permasalahan utama dalam penciptaan ini adalah bagaimana mentransformasikan elemen-elemen ritual Ndilo Wari Udan menjadi bahasa gerak yang otentik, komunikatif, dan estetis, serta bagaimana menghadirkan pengalaman spiritual masyarakat Karo ke dalam ruang pertunjukan yang reflektif dan transformatif. Konsep liminalitas digunakan sebagai kerangka utama dalam memahami ruang transisi antara krisis dan harapan, dengan penekanan pada peran tubuh sebagai medium spiritual dan simbolik. Metode penciptaan mengacu pada kerangka Jacqueline Smith-Autard yang mencakup eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi. Proses penciptaan dilakukan melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara dengan tokoh adat. Simbol-simbol seperti topeng Gundala-Gundala, struktur rangka, dan ruang jambur direkontekstualisasi menjadi bagian dari dramaturgi pertunjukan. Hasil karya menunjukkan bahwa integrasi simbolik dan spiritual dalam struktur tari mampu menghasilkan ritus performatif yang mempertemukan dimensi estetika, spiritualitas, dan kesadaran ekologis secara kolektif. Kata kunci: Tari kontemporer, Ndilo Wari Udan, liminalitas, Karo, ekologi spiritual
Tidak tersedia versi lain