Text
Tari “Silaang sangketo” reinterpretasi tradisi bakayu di nagari Bunga Tanjung Sumatera barat dalam bentuk koreografi kontemporer : lap.karya Pasca
Karya tari Silang Sangketo terinspirasi dari fenomena budaya, yaitu tradisi Bakayu yang terdapat di Nagari Bunga Tanjung, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tradisi ini melibatkan masyarakat setempat, terutama kaum laki-laki, untuk datang secara sukarela memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang berduka atas meninggalnya salah satu anggota masyarakat. Namun, silang pendapat yang berkembang di masyarakat mengenai pelaksanaan tradisi Bakayu, terbagi menjadi dua pandangan utama: pertama, pandangan yang menganggap Bakayu sebagai perbuatan syirik; dan kedua, pandangan yang menilainya sebagai budaya turun-temurun yang patut dilestarikan. Dua persoalan ini yang menjadi ketertarikan bagi pengkarya dan fokus persoalan yang digarap menjadi sebuah karya tari. Penciptaan karya ini menggunakan pendekatan dramatik sebagai metode utama, dalam menggambarkan konflik antara nilai- nilai agama dan adat, serta makna yang tersembunyi di balik tradisi tersebut. Metode penciptaan yang digunakan yakni, pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan kajian literatur. Penciptaan tari ini digarap dalam bentuk tari kontemporer yang menginterpretasikan ketegangan budaya dalam tradisi Bakayu, dramatik- konfliktual, menampilkan dinamika antara penolakan dan penerimaan melalui gerak tubuh simbolik, kontras ritmis, serta pemanfaatan ruang untuk menggambarkan keterpecahan dan pencarian identitas. Gerakannya menggabungkan elemen tradisi Minangkabau, seperti langkah silat dan pola barisan adat, dengan teknik tari kontemporer untuk menyampaikan ketegangan batin, solidaritas sosial, dan dimensi spiritual masyarakat. Pementasan dikemas dalam tiga babak: pengantar (ritual dan suasana duka), konflik (konfrontasi nilai), dan resolusi (refleksi kolektif masyarakat). Karya ini diharapkan menjadi media alternatif yang merefleksikan perdebatan nilai dalam masyarakat melalui seni pertunjukan yang kontekstual, serta menawarkan bentuk apresiasi baru terhadap tradisi lokal melalui pendekatan koreografi kontemporer. Kata kunci: Silang Sangketo, Tradisi Bakayu, Koreografi Kontemporer, Penciptaan Karya, Nagari Bunga Tanjung.
Tidak tersedia versi lain