Text
Kurambiak sebagai ide penciptaan kriya kayu : lap.karya
Kurambiak merupakan senjata tradisional yang berasal dari Minangkabau yang digunakan sebagai senjata dalam bela diri silek maupun sebagai senjata yang diperuntukkan untuk melindungi diri. Ketertarikan pada bentuk kurambiak sebagai media dalam perwujudan sebuah karya, untuk menggambarkan sebuah sifat dan emosi orang ketika menghadapi sebuah situasi perselisihan maupun dalam peruntukan melindungi diri. Jenis kurambiak yang akan diwujudkan terdiri dari tiga bentuk diantaranya, kuku harimau, kuku alang dan lawi ayam dari ketiga bentuk tersebut memiliki keunikan dan karakteristik masing-masing. Karya ini tidak hanya berfokus pada nilai estetika, tetapi juga menyalurkan makna simbolis dari bentuk maupun warna. Penggunaan bahan kayu surian dan rengas sebagai media pembuatan karya dalam memberi sentuhan alami dan natural dalam berproses mewujudkan bentuk- bentuk yang telah dirancang dalam gambar desain. Penciptaan karya akan menggunakan teori estetis dan simbolik. Metode penciptaan karya akan melalui tiga tahapan, tahapan eksplorasi dengan mencari referensi bentuk dasar dan jenis dari sumber museum maupun buku. Tahapan perancangan dengan pembuatan gambar rancangan melalui gambar sketsa yang nantinya akan diwujudkan pada bentuk desain. Tahapan perwujudan pengunaan kayu surian dan rengas, dengan melalui beberapa proses yang akan disertai dengan teknik laminasi, scroll, tekstur, Shou Sugi Ban dan teknik ukiran rendah. Tahapan finishing akan menggunakan tinta print dan akan dilapisi dengan melamine lack clear doff. Karya tiga dimensi yang diciptakan sebanyak tujuh karya dengan judul, yaitu: Kurambiak kuku Harimau, Mancucuak, Aluih, Tausang, Managun, Pantang Ta Singguang dan Manyaik. Kata kunci: Kurambiak, Shou Sugi Ban, Deformasi, Ekspresi.
Tidak tersedia versi lain