Text
Wanita dan tengkuluk sebagai ide penciptaan karya seni lukis : lap karya
Lahirnya ide ini karena hilangnya suatu identitas terhadap perkembangan zaman. Pengkarya tumbuh dilingkungan dengan kebiasaan wanita yang segala aktivitas menggunakan tengkuluk, namun karena perkembangan zaman fenomena ini perlahan menghilang. Pengkarya tinggal di desa kecil yang kental akan nilai religius dan nilai luhur. Wanita dan Tangkuluk menjadi sangat terikat, keterikatan ini bukan karena kebiasaan turun- temurun saja melainkan sudah menjadi kewajiban bagi wanita muslim untuk menutup aurat termasuk kepala dalam bentuk tengkuluk sekalipun dan telah menjadi identitas diri. Perkembangan zaman membuat budaya ini perlahan menghilang dan membuat pengkarya prihatin, kenapa kebiasaan yang menjadi identitas diri beranjak menghilang?. Bentuk karya yang akan diciptakan adalah bentuk representasional dan disformasi bentuk dengan gaya Surealis. Metode penciptaan yang dilakukan adalah persiapan dimana dalam tahap ini melakukan perenungan dan pengalaman-pengalaman yang dilalui selama ini, kemudian dilanjutkan pada pembuatan sketsa alternatif pada tahap perancangan, proses pembuatan karya dilanjutkan pada tahap perwujudan dimulai dari proses penyediaan bahan, proses pemasangan kain kanvas, pendasaran kanvas, proses pemindahan sketsa pada kanvas, proses melukis sampai finishing dan setelah melakukan semua tahapan tersebut dilakukan pameran pada tahap penyajian. Pengkarya menggunakan media cat minyak pada kanvas dan menggabunggkan dua teknik plakat dan transparan. Penciptaan karya ini telah menghasilkan lima karya lukis yang berjudul “Memory”, “Two Sides”, “Dim”, “Babatu”, dan “Hope”. Kata kunci : Prihatin, Representasional, Seni Lukis.
Tidak tersedia versi lain